Pages

Sabtu, 14 Juni 2014

Mereka bilang, next time you must be careful !



Assalamualaikum. Wr. Wb.
Syukurku selalu tercurah kepada-Mu Ya Robb, Ya Rahman, Ya Rahim..
Hingga saat ini, Engkau masih melindungiku dan keluargaku dari tipu daya orang yang hampir saja mengusik hidup kami. Engkau Maha Tahu segalanya.
***
“Yakin saja, semua yang Allah takdirkan untuk kita adalah yang terbaik, meski bukan yang terindah”. Kalimat itu selalu ku eja di kala masa-masa sulit itu datang menghampiri. Namun, Allah pasti tak akan membiarkanmu sendirian ukhtiy. Allah tak akan membiarkan hamba-Nya yang berserah kehilangan arah. Dan Allah pasti akan menunjukkan kebenaran seperti Islam yang selalu menunjukkan cahaya bagi orang-orang yang senantiasa beriman dan bertaqwa kepada-Nya.
Semuanya terbukti tepat 2 minggu setelah pemuda itu mulai mendekati keluargaku. Entah mengapa dan bagaimana, rasa-rasanya ada yang aneh sejak pemuda itu datang ke sini, ke kehidupanku. Dia memperkenalkan diri sebagai seorang perawat muda berusia 24 tahun, seorang yatim piatu.  Salah seorang tetua di kampungku lah yang membawa pemuda ini dan memperkenalkannya pada kedua orang tuaku. Katanya, ia sedang mencari calon istri dan mereka berniat menjodohkan orang asing ini denganku. Aku benar-benar terkejut bukan kepalang.
Menurut cerita yang ku dengar, Kedua orang tuanya meninggal sejak ia masih kecil dan sejak saat itu, ia berusaha untuk berjuang mempertahankan hidupnya sendirian hingga akhirnya menjadi mapan seperti sekarang. Banyak kisah sedih yang dia ceritakan tentang masa-masa sulit yang ia lalui. Banyak pula cerita mengharu-biru yang ia tuturkan pada kedua orang tuaku tentang pengalaman-pengalamannya berjuang menjalani kehidupan. Segala kisah tentangnya memang menyedihkan, tapi entah kenapa sejak awal firasatku tak nyaman tentang orang ini. Segelintir cerita hidupnya justru membuatku bingung dengan seribu tanda tanya.
Benar kata pepatah, sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya pasti jatuh jua. Segala yang ia ceritakan berbanding terbalik dengan kenyataannya.  Whats wrong? Sandiwara semacam apa ini? Lalu apa yang harus ku lakukan setelah mengetahui semuanya? Ingin marah karena merasa ditipu? Untuk apa? Ingin memaki karena dia telah membohongi kedua orang tuaku? Apa hasilnya? Ingin menyindir lewat status? Rasa-rasanya sindiran juga tak berlaku untuk orang seperti ini. Akhirnya aku mengambil keputusan untuk membiarkan semuanya berlalu. Aku bersyukur karena Allah masih melindungiku, juga keluargaku.
Ini hanya sebuah pengalaman berharga yang pernah ku alami. Ternyata cerita seperti tidak hanya ada di sinetron ataupun cerita FTV. Ini terjadi dalam kehidupanku.
Intinya segala sesuatunya itu tak usah terlalu di puji, jangan juga terlalu di hina. Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita petik. Apa yang kita semai, itulah yang akan kita tuai. Kita hanya perlu waktu dan sedikit kesabaran.
Pesan untuk diriku, anggap saja ini sebuah pengalaman berharga sekaligus pelajaran dalam sejarah hidup, dan pesan untuk ukhtiy, next time, we must be careful. Bukan bermaksud untuk suudzon pada orang lain, hanya menganjurkan untuk waspada. ^_^
Untukmu yaa akhiy, semoga engkau segera menyadari dan memperbaiki segalanya. :)
Semoga bermanfaat. DCA

0 komentar:

Posting Komentar