Assalamualaikum.
Wr. Wb.
Syukurku
selalu tercurah kepada-Mu Ya Robb, Ya Rahman, Ya Rahim..
Hingga saat
ini, Engkau masih melindungiku dan keluargaku dari tipu daya orang yang hampir
saja mengusik hidup kami. Engkau Maha Tahu segalanya.
***
“Yakin
saja, semua yang Allah takdirkan untuk kita adalah yang terbaik, meski bukan
yang terindah”. Kalimat itu selalu ku eja di kala masa-masa sulit itu datang
menghampiri. Namun, Allah pasti tak akan membiarkanmu sendirian ukhtiy. Allah tak
akan membiarkan hamba-Nya yang berserah kehilangan arah. Dan Allah pasti akan
menunjukkan kebenaran seperti Islam yang selalu menunjukkan cahaya bagi
orang-orang yang senantiasa beriman dan bertaqwa kepada-Nya.
Semuanya terbukti
tepat 2 minggu setelah pemuda itu mulai mendekati keluargaku. Entah mengapa dan
bagaimana, rasa-rasanya ada yang aneh sejak pemuda itu datang ke sini, ke
kehidupanku. Dia memperkenalkan diri sebagai seorang perawat muda berusia 24
tahun, seorang yatim piatu. Salah
seorang tetua di kampungku lah yang membawa pemuda ini dan memperkenalkannya
pada kedua orang tuaku. Katanya, ia sedang mencari calon istri dan mereka
berniat menjodohkan orang asing ini denganku. Aku benar-benar terkejut bukan
kepalang.
Menurut cerita
yang ku dengar, Kedua orang tuanya meninggal sejak ia masih kecil dan sejak
saat itu, ia berusaha untuk berjuang mempertahankan hidupnya sendirian hingga
akhirnya menjadi mapan seperti sekarang. Banyak kisah sedih yang dia ceritakan
tentang masa-masa sulit yang ia lalui. Banyak pula cerita mengharu-biru yang ia
tuturkan pada kedua orang tuaku tentang pengalaman-pengalamannya berjuang
menjalani kehidupan. Segala kisah tentangnya memang menyedihkan, tapi entah
kenapa sejak awal firasatku tak nyaman tentang orang ini. Segelintir cerita
hidupnya justru membuatku bingung dengan seribu tanda tanya.
Benar kata
pepatah, sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya pasti jatuh jua. Segala
yang ia ceritakan berbanding terbalik dengan kenyataannya. Whats
wrong? Sandiwara semacam apa ini? Lalu apa yang harus ku lakukan setelah
mengetahui semuanya? Ingin marah karena merasa ditipu? Untuk apa? Ingin memaki
karena dia telah membohongi kedua orang tuaku? Apa hasilnya? Ingin menyindir
lewat status? Rasa-rasanya sindiran juga tak berlaku untuk orang seperti ini. Akhirnya
aku mengambil keputusan untuk membiarkan semuanya berlalu. Aku bersyukur karena
Allah masih melindungiku, juga keluargaku.
Ini hanya
sebuah pengalaman berharga yang pernah ku alami. Ternyata cerita seperti tidak
hanya ada di sinetron ataupun cerita FTV. Ini terjadi dalam kehidupanku.
Intinya
segala sesuatunya itu tak usah terlalu di puji, jangan juga terlalu di hina. Apa
yang kita tanam, itulah yang akan kita petik. Apa yang kita semai, itulah yang
akan kita tuai. Kita hanya perlu waktu dan sedikit kesabaran.
Pesan
untuk diriku, anggap saja ini sebuah pengalaman berharga sekaligus pelajaran
dalam sejarah hidup, dan pesan untuk ukhtiy, next time, we must be careful. Bukan bermaksud untuk suudzon pada
orang lain, hanya menganjurkan untuk waspada. ^_^
Untukmu yaa
akhiy, semoga engkau segera menyadari dan memperbaiki segalanya. :)
Semoga
bermanfaat. DCA
0 komentar:
Posting Komentar