Diary
Aisha
Assalamu’
alaik saudaraku . . .
Yang jauh di
sana.
Boleh bertanya
sebentar?
Bagaimana
kabarmu sekarang? Lama tak jumpa, ku harap kau baik-baik saja . . .
* * *
Sore tadi aku melewati jalan pulang menuju ke rumah. Jalan yang
biasanya selalu ku lewati ketika pulang menjelang senja. Matahari sore ini
benar-benar luar biasa. Rasanya ia benar-benar mendekapku, meski dari jauh di ufuk
barat sana namun penuh dengan kehangatan. Cahaya keemasannya memancar ke kaca
helm yang ku pakai. Memantul tepat kewajahku.
Subhanallah, jingga dan senja memang selalu indah.
Waktu telah berlalu
perlahan tapi pasti. Malam ini adalah malam di mana aku kembali merindukanmu. Entah ini adalah catatan yang ke berapa tentang dirimu saudaraku. Sebelumnya
aku perlu berpikir keras untuk menuangkan segalanya. Aku perlu waktu cukup lama
untuk mengungkapkan apa yang ku rasa menjadi rangkaian kata. Hingga pada
akhirnya jemariku semakin fasih saja menulis semua tentangmu. Kau tahu, semua ini
adalah catatan tentang dirimu yang tertata rapi dan tersimpan dalam folder
paling pojok di laptopku, sama halnya dengan perasaan yang selama ini ku punya.
Masih sama seperti
malam-malam sebelumnya di tahun sebelumnya, di saat aku menulis ini, kau pasti
telah tertidur lelap. Tapi tak apa, aku
masih betah menunggu. Seiring berjalannya waktu, entah sampai di bagian mana
lagi aku akan menulis tentangmu, dalam Diary Aishaku.
0 komentar:
Posting Komentar