Hari ini, Rabu, 03 Juni 2015, aku ke kampus Unlam Banjarmasin untuk
mengantar skripsiku ke loket dosen pembimbing 2. Meski awalnya berniat untuk
pergi sendiri, tapi ternyata memang masih tidak berani untuk bepergian ke
Banjarmasin sendirian. Akhirnya, Mas Bagus lah yang menemani. :D
Sesampainya di sana, ku antar tas biruku
berisi laporan lengkap PTK dari BAB I-V lengkap dengan lampiran, abstrak, dan
daftar riwayat hidupnya. Sedih saat memasuki area loket karena di sana banyak
sekali yang antri untuk daftar sidang. Pendaftaran sidang akan ditutup 10 Juni,
sedangkan aku, masih berkutat dengan dospem 2. Sangat berharap laporanku bisa
diperiksa dengan cepat dan langsung di acc setelahnya.
Ternyata sesampainya di sana, petugas loket
memintaku untuk mengeluarkan semua berkasnya dari tas biru yang ku bawa. Ku katakan
pada beliau, tidak bisa, karena jika dikeluarkan, berkasku akan terpisah-pisah.
Ada 3 jilid di sana. Semuanya tidak bisa lagi dimasukkan ke dalam map karena
laporanku agak tebal. Ku katakan bahwa semua berkas di dalamnya hanya milik 1
nama. Bukan gabungan dengan berkas titipan dari mahasiswa lain. Hal yang
membuat sedih adalah ketika petugas loket berkata”Sulit jika memakai tas, kami
hanya menjalankan tugas, meletakkan skripsi ini di meja Bapak, mudahan diperiSA”.
Ada Allah yang Maha membolak-balikkan hati
manusia. Semoga dosen pembimbingku tergerak hatinya untuk memeriksa dan
menyetujui skripsi yang sudah ku selesaikan, aamiinn J
Ku ceritakan pada Mas bahwa laporanku dipermasalahkan
hanya karena memakai tas. Kemudian setelah itu, katanya “Kita cari tempat yang
tenang”. Dan kemudian aku di bawa ke Masjid Sabilal Muhtadin untuk shalat
dzuhur, hihihi.
Sungguh tenang dan nyaman sekali di dalam Masjid
Raya itu. Aku betah di sana. Ku bilang pada Mas Bagus, tunggu sebentar lagi,
galauku hilang saat masuk ke masjid ini. Kata Mas Bagus, jangan sampai
ketiduran di dalam wkwkwk :D
Saat hendak pulang, aku bertemu seorang
nenek. Nenek itu sempat bercerita bahwa beliau hidup sebatang kara di
Banjarmasin. Suami dan keempat anaknya telah meninggal dunia. Katanya, beliau
setiap hari di masjid Sabilal untuk menyapu, mencuci dan merapikan mukena. Semoga
kehidupan nenek itu selalu dimudahkan. Nenek itu bertanya padaku:
“Mulai mana nak?”.
“Ulun
mulai Martapura”.
“Meapa ke sini?”
“Ulun
tadi ke kampus Unlam, meantar tugas ulun”.
“Lawan
siapa tadi ke sini nak?”
“Lawan
kawan, hehe..” (cengar-cengir)
“Semester
berapa sudah?”
“Semester
akhir ni ai, doakan ulun lulus lah”, kataku.
“Ih,
aja mudahan ikam lulus, lancar jalannya, dimudah akan hidup ikam, lancar
seberataan, parajakian..”
Amiinnn...
kataku sambil mengusapkan kedua tangan ke wajah. Dan pertanyaan terakhir nenek yang
rasanya ngejleeebbb adalah . . . .
“eh sudah nikah lah nak?”
Dengan
muka senyum-senyum ku jawab ”belum ni..”
“Aja
mudahan ikam dapat jodoh yang sholih, yang bertanggung jawab, yang alim..”
(amin allahumma aamiiinn)
Di
dalam hati (mudahan urangnya tuh iya yg membawa ulun ke masjid nih ni ai) :D
Di perjalanan, begitu banyak hal yang dilihat
hari ini. Mulai dari bapak tua yang kemogokan mobilnya dan memperbaikinya
sendirian te tengah teriknya panas matahari di jalan raya, orang berkebutuhan
khusus yang hanya berjalan dengan kedua tangannya, orang buta yang hendak
menyeberang, sampai pengamen. Semoga rahmat dan kemudahan selalu dilimpahkan
kepada mereka. Semoga mereka menjadi orang-orang yang beruntung dan bahagia
dunia akhirat. Aamiinn. Saat melihat orang-orang yang luar biasa seperti
mereka, kadang jadi malu dengan diri sendiri. semoga bisa menjadi pribadi yang
jauh lebih baik dari saat ini.
Akhirnya, aku dan Mas Bagus pun pulang.
Hatiku jadi lebih tenang. Senang rasanya didoakan. Semoga seluruh doa yang
diberikan orang-orang padaku hari ini dikabulkan. Semoga kehidupan orang-orang
yang kutemui hari ini selalu dimudahkan.
Terima kasih Mas Bagus. Sudah mau menemani
meskipun baru sembuh dari sakit. Terima kasih sudah menjadi sosok yang begitu
sabar dan pengertian dengan sikapku yang sekarang. Terima kasih sudah menjadi
pribadi yang apa adanya. Dan terimakasih untuk segalanya. :)
Martapura,
03 Juni 2015
Ditulis
oleh: Ahdiah~

0 komentar:
Posting Komentar